Melihat Kemeriahan Perayaan Imlek Berbagai Negara di Asia Tenggara Part 1

Gaya Hidup  
Ilustrasi (Foto: pixabay/ ignartonosbg)
Ilustrasi (Foto: pixabay/ ignartonosbg)

Ramenten -- Perayaan Imlek menjadi tradisi tahunan yang dirayakan oleh berbagai negara. Tidak hanya sarat makna, namun imlek juga merupakan identitas serta tradisi leluhur peranakan Tionghoa yang masih terus dilestarikan sampai saat ini. Simak tradisi Imlek dari berbagai negara di Asia Tenggara yang berhasil Ramenten himpun berikut ini:

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

Indonesia

(Foto: Antara/Rivan Awal Lingga)
(Foto: Antara/Rivan Awal Lingga)

Dekorasi berwarna merah yang menghiasi rumah-rumah serta toko adalah salah satu ciri khas dari tahun baru Imlek di Indonesia. Tak lupa ada pagelaran barongsai, juga buah jeruk mandarin dan bunga untuk diberikan kepada kerabat. Di Kota Solo, lampion yang disematkan di beberapa titik turut memeriahkan perayaan Imlek.

Saat perayaan Imlek, keturunan Tionghoa di Indonesia juga akan datang untuk berdo'a bersama di klenteng. Setelah berdo'a, kemudian melakukan pelepasan burung pipit yang dikenal dengan sebutan Feng Sheng. Tradisi melepaskan burung Pipit yang dilakukan saat Imlek ini dipercaya oleh keturunan Tionghoa di Indonesia dapat mendatangkan kebaikan dan balasan yang baik pula.

Malaysia

Foto: Pixabay/ทินกร อินทนิล  
Foto: Pixabay/ทินกร อินทนิล

Jika di Indonesia, biasanya ada buah jeruk yang kerap dijadikan buah tangan untuk kerabat saat perayaan Imlek, lain hal ketika kita berada di Malaysia.

Di sana, buah nanas lah yang menjadi bawaan wajib saat perayaan Tahun Baru Imlek berlangsung. Buah nanas adalah simbol kebahagiaan dan diyakini oleh keturunan Tionghoa di Malaysia dapat mendatangkan keberuntungan.

Singapura

Foto: Republika/Retno Wulandhari
Foto: Republika/Retno Wulandhari

Banyak tradisi maupun gelaran yang diadakan di Singapura ketika tahun baru Imlek tiba, karena sebagian besar penduduknya merupakan etnis Tionghoa.

Biasanya mereka akan berkumpul di Kreta Ayer Square, berkeliling di bazaar, dan Chingay Parade untuk melihat parade barongsai saat Imlek tiba.

Salah satu tradisi umum saat Imlek di sana adalah makan malam bersama dengan menu khas Imlek yang bernama Yu Sheng. Yu Sheng biasanya berisikan sayuran, buah, irisan daging, dsb. Disajikan di atas meja bundar, dan setiap orang memakannya sambil mengucapkan harapan. Mereka percaya jika isian Yu Sheng diangkat dengan tinggi, maka harapan akan terkabul.

Brunei

Ilustrasi (Foto: Republika/Thoudy Badai)
Ilustrasi (Foto: Republika/Thoudy Badai)

Meskipun populasi orang Tionghoa di sini tergolong minim. Hanya 10 persen dari total populasi. Brunei menjadi negara yang turut merayakan tahun baru Imlek.

Sama seperti negara di Asia Tenggara lainnya, Brunei merayakannya dengan cara berpesta bersama keluarga serta ada atraksi barongsai.

Filipina

Tahun Baru Imlek di Filipina disebut Tsinoy. Sama seperti di Indonesia, dan negara Asia Tenggara lainnya, perayaan Imlek di Filipina identik dengan kue keranjang dan angpao. Satu hal yang sedikit berbeda adalah ada dekorasi yang terbuat dari delapan jenis buah berbentuk bulat, seperti jeruk, apel, apel, atau anggur yang digantung di atas rumah.

Konco juga bisa jalan-jalan ke Binondo, salah satu Chinatown tertua di dunia saat Imlek tiba. Di sana Konco bisa melihat banyak pertujukan khas Imlek.

Sekian perayaan Imlek beberapa negara di Asia Tenggara yang berhasil Ramenten himpun. Konco masih bisa melihat perayaan Imlek di berbagai negara Asia Tenggara lainnya di part 2 ya!!....

Sumber: Diolah dari berbagai sumber

Sing nulis: Asty Sopian

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

RAMENTEN singkatan Rame-rame Nulis Konten. Sing nulis ada Mbak Tania, Mbak Asty, dan Mbak Dian. Selamat menikmati tulisan kami. Monggo di follow yo!

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

× Image