8 Adab Menuntut Ilmu. Nomor 7 Paling Sering Diabaikan Murid

Agama  
Ilustrasi muslimah menghadiri kajian. Pentingnya memiliki adab sebelum berilmu. (Foto,: Prayogi/Republika)
Ilustrasi muslimah menghadiri kajian. Pentingnya memiliki adab sebelum berilmu. (Foto,: Prayogi/Republika)

Ramenten, Jakarta - Ada sebuah kalimat hikmah yang berbunyi Al adabu fauqol 'ilmi yang artinya adab lebih tinggi dari ilmu.

Adab menjadi penentu keberhasilan penuntut ilmu dalam belajar. Dengan adab, maka ilmu yang disampaikan oleh guru akan mudah dipahami dan dapat menjadikan ilmu yang kita terima menjadi bermanfaat. Beradab dihadapan ilmu, ahli ilmu, dan penuntut ilmu. Jika manusia tidak memiliki adab terhadap ilmu, maka manusia tidak beradab di dunia nyata.

Sedikitnya ada 8 adab menuntut ilmu yang bisa kita amalkan. Berikut di antaranya:

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

1. Mengikhlaskan niat menuntut ilmu

Keikhlasan adalah hal yang paling utama dalam menuntut ilmu.

"Mereka tidak disuruh kecuali supaya beribadah kepada Allah dengan memurnikan segala ibadah hanya untuk-Nya (Ikhlas), dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus." (QS. Al-bayyinah : 5).

Menuntut ilmu semata-mata berharap wajah Allah.

“Barangsiapa yang mempelajari suatu ilmu (belajar agama) yang seharusnya diharap adalah wajah Allah, tetapi ia mempelajarinya hanyalah untuk mencari harta benda dunia, maka dia tidak akan mendapatkan wangi surga di hari kiamat.” (HR. Abu Daud no. 3664, Ibnu Majah no. 252 dan Ahmad 2: 338. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).

2. Berdoa memohon ilmu yang bermanfaat

Untuk mendapatkan ilmu yang bermanfaat, ada sebuah doa yang bisa kita amalkan seusai shalat subuh.

اَللّٰهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَرِزْقًا طَيِّبًا وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً

Artinya: Ya Allah, sungguh aku mohon kepada-Mu, ilmu yang bermanfaat, rizqi yang baik, dan amalan yang diterima. (HR. Ibnu Majah).

3. Tidak boleh sombong dan tidak boleh malu menuntut ilmu

.لاَ يَتَعَلَّمُ الْعِلْمَ مُسْتَحْىٍ وَلاَ مُسْتَكْبِرٌ
“Dua orang yang tidak belajar ilmu: orang pemalu dan orang yang sombong” (HR. Bukhari).


Ketika seseorang berilmu, hendaklah ia mencontoh padi. Makin berisi (ilmu) makin menunduk, merendah. Namun apabila seseorang belum berilmu, janganlah malu untuk belajar apalagi karena menganggap diri sudah tua. Karena menuntut ilmu tidak ada kata terlambat.

4. Mendengarkan baik-baik apa yang disampaikan ustadz

Dengarkanlah dengan seksama ilmu yang disampaikan guru. Jangan mengobrol dengan teman agar tidak mengganggu orang lain yang sedang belajar. Allah berfirman dalam Surat Al-A’raf ayat 204, yang artinya; “Apabila dibacakan Al-Quran, perhatikanlah dan diamlah, maka kalian akan mendapatkan rahmat.”

5. Mengikat ilmu dengan tulisan
Siapkan alat tulis seperti buku catatan dan pena di dalam tas sebelum menghadiri kajian. Sebuah hadits mengatakan “Ikatlah (catatlah) ilmu dengan tulisan.” (HR. Ibnu ‘Abdil Barr). Manusia memiliki ingatan (memori) jangka pendek. Sebuah penelitian membuktikan bahwa dengan menulis dapat meningkatkan daya ingat lebih kuat.

6. Menghafalkan ilmu syar'i yang disampaikan

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Semoga Allah memberikan cahaya kepada wajah orang yang mendengar perkataanku, kemudian ia memahaminya, menghafalkannya, dan menyampaikannya. Banyak orang yang membawa fiqih kepada orang yang lebih faham daripadanya ” (HR. At-Tirmidzi).

7. Mengamalkan ilmu syar'i yang telah dipelajari

Sebaik-baik ilmu adalah yang diamalkan. Salah satu adab yang harus dimiliki seorang penuntut ilmu adalah bersemangat menyebarkan ilmu di setiap kesempatan.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Perumpamaan seorang alim yang mengajarkan kebaikan kepada manusia, kemudian ia melupakan dirinya (tidak mengamalkan ilmunya) adalah seperti lampu (lilin) yang menerangi manusia, namun membakar dirinya sendiri.” (HR Ath-Thabrani)


8. Berpenampilan yang baik dan layak dalam majelis ilmu

Berpenampilan baik atau berhias tidak hanya saat kita pergi ke pesta, menuntut ilmu pun hendaknya memakai pakaian terbaik yang kita miliki.
Diriwayatkan bahwa Imam Malik jika hendak menyampaikan hadits dari Nabi, beliau berwudhu, mandi, memakai wewangian, dan memakai pakaian terbaik. Lalu beliau duduk di atas kedua lutut beliau seperti duduk ketika shalat. Beliau tetap dalam keadaan seperti ini sampai majelis berakhir.

Demikian adab menuntut ilmu yang perlu kita amalkan ketika hendak menimba ilmu. Hanya dengan adab ilmu bisa diraih.

Sing nulis, Mbak Dian Alfiah

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

RAMENTEN singkatan Rame-rame Nulis Konten. Sing nulis ada Mbak Tania, Mbak Asty, dan Mbak Dian. Selamat menikmati tulisan kami. Monggo di follow yo!

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

× Image