Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Irman Nurjaman

Fatherless Society: Salah Satu Problem Pendidikan Masa Kini

Edukasi | 2025-03-03 11:48:29

Pada hari Rabu, tanggal 26 Februari 2025, Pesantren Persatuan Islam 80 Al-Amin Sindangkasih Ciamis mengadakan pengajian umum dalam rangka menyambut bulan Ramadhan. Dr. Tiar Anwar Bahtiar, M.Hum., Ketua Bidang Garapan Tarbiyah Pimpinan Pusat Persatuan Islam (PERSIS), menjadi narasumber dalam acara tersebut.

Nara Sumber Bersama Asatidz Pasantren Persis Al Amin Sindangkasih

Dalam ceramahnya, Dr. Tiar Anwar Bahtiar mengungkapkan kehawatiran tentang fenomena fatherless society yang terjadi di masyarakat saat ini. Fatherless society adalah kondisi di mana anak-anak tumbuh dan berkembang tanpa kehadiran ayah dalam kehidupan mereka. Fenomena ini mengakibatkan hilangnya peran dan tanggung jawab ayah sebagai “pendidik sejati” bagi anak-anaknya. Beliau mengungkapkan pentingnya sosok ayah dalam pendidikan melalui tiga teladan yang bersumber dari Al-Qur'an, yakni Nabi Ibrahim, Nabi Ya'kub, dan Lukman.

Dr. Tiar Anwar Bahtiar juga mengutip ayat-ayat Al-Qur'an yang berkaitan dengan wasiat Ibrahim, Ya'kub, dan Lukman terhadap anak-anak mereka. Wasiat-wasiat tersebut dapat menjadi hikmah bagi pendidik dalam mengajarkan siswanya tentang pentingnya ketauhidan, kesabaran, dan kebijaksanaan.

Wasiat Ibrahim kepada Anak-Anaknya

Wasiat Nabi Ibrahim dapat ditemukan dalam Al-Qur'an, Surat Al-Baqarah, ayat 131. Dalam ayat tersebut, Allah mencatat bahwa Ibrahim mewasiatkan kepada anak-anaknya untuk senantiasa berpegang pada ajaran-Nya.

"Dan Ibrahim mewasiatkan (ucapan) kepada anak-anaknya, demikian pula Ya'kub. Wahai anak-anakku, sesungguhnya Allah SWT telah memilih agama ini untukmu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Muslim." (QS. Al-Baqarah: 132)

Wasiat ini menekankan pentingnya iman dan ketauhidan serta menjaga hubungan baik dengan keluarga dan masyarakat.

Wasiat Ya'kub kepada Anak-Anaknya

Wasiat Nabi Ya'kub juga mengandung pesan yang sama. Dalam surat Yusuf, ayat 67, Ya'kub berpesan kepada anak-anaknya untuk tidak menyekutukan Allah dan menjaga kesopanan serta kerendahan hati.

"Wahai anak-anakku, janganlah kamu menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun." (QS. Yusuf: 67)

Pesan ini mengingatkan pentingnya menjaga identitas sebagai umat yang percaya kepada Allah.

Wasiat Lukman kepada Anak-anaknya

Wasiat Lukman dapat ditemukan dalam Al-Qur'an, Surat Lukman, ayat 13-19. Dalam ayat-ayat ini, Lukman memberikan petuah kepada anaknya untuk tidak mempersekutukan Allah dan menjaga hubungan baik dengan orang tua.

"Wahai anakku, janganlah engkau mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan Allah adalah benar-benar kedhaliman yang besar." (QS. Lukman: 13)

Lukman juga mengingatkan anaknya untuk bersikap rendah hati dan tidak sombong.

Hikmah bagi Pendidik

Wasiat Ibrahim, Ya'kub, dan Lukman bagi guru jaman sekarang sangat relevan. Guru harus mengajarkan siswanya tentang pentingnya ketauhidan, kesabaran, dan kebijaksanaan. Guru juga harus mengajarkan siswanya tentang pentingnya menjaga hubungan baik dengan keluarga dan masyarakat.

Dengan demikian, guru dapat membantu siswanya menjadi generasi yang shaleh, sabar, dan bijak. Guru yang berakhlak mulia akan menghasilkan murid yang berakhlak mulia pula.

Kesimpulan

Wasiat Nabi Ibrahim, Ya'kub, dan Lukman mengajarkan kita bahwa pendidikan anak harus berlandaskan pada ajaran Allah dan pentingnya menjaga hubungan baik dengan sesama. Dalam mendidik anak, orang tua dan pendidik harus selalu mengingatkan anak-anak untuk berpegang pada ajaran Allah serta menjaga interaksi sosial yang positif.

Dengan demikian, pendidikan yang efektif akan menghasilkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berakhlak mulia, menjadi harapan bagi masyarakat di masa depan.

Daftar Pustaka

1. Al-Qur'an dan Terjemahannya, Departemen Agama RI, 2019.

2. Hadits Shahih Bukhari, Penerbit Karya Putra, 2018.

3. Hadits Shahih Muslim, Penerbit Karya Putra, 2018.

4. Kitab "Tafsir Al-Qur'an" oleh Imam Ibnu Katsir, Penerbit Darul Haq, 2015.

5. Kitab "Tafsir Al-Qur'an" oleh Imam Al-Tabari, Penerbit Darul Haq, 2015.

6. Kitab "Riwayat Hidup Nabi Ibrahim" oleh Dr. Muhammad Sa'id Ramadhan Al-Buthi, Penerbit Pustaka Al-Kautsar, 2012.

7. Kitab "Riwayat Hidup Nabi Ya'kub" oleh Dr. Muhammad Sa'id Ramadhan Al-Buthi, Penerbit Pustaka Al-Kautsar, 2012.

8. Kitab "Riwayat Hidup Nabi Lukman" oleh Dr. Muhammad Sa'id Ramadhan Al-Buthi, Penerbit Pustaka Al-Kautsar, 2012.

9. Kitab "Pendidikan Islam" oleh Prof. Dr. H. M. Arifin, Penerbit Bumi Aksara, 2018.

10. Kitab "Pendidikan Karakter" oleh Dr. H. M. Zainuddin, Penerbit Yayasan Kita Menulis, 2017.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image